Minggu, 30 Desember 2012

Teknik Kandang penangkaran Ayam Hutan


Setelah sekian waktu tidak update artikel , penulis mau berbagi tentang ukuran kandang atau bentuk kandang untuk ternak ayam hutan. ini saya sampaikan terimakasih pada para pembaca yang budiman yang telah berpartisipasi melalui sms ke no. Hp saya. Tapi mohon maaf yang sebesar-besarnya ada beberapa yang tidak sempat terbalas. maklum Hp  jadul, memorinya cepat penuh dan terhapus.


Baik kita mulai dari sini : Penulis pertama kali mencoba beternak ayam hutan ( feb 2006) hanya mempunyai 1 kandan polier berukuran : panjang 2 meter , tinggi 1 meter dan tinggi 1,5 meter . dan dari sinilah penulis berhasil menangkarkan ayam hutan seperti ulasan pertama saya (pengin liat lagi? silakan klik di sini )   dan saat ini penulis memiliki 4 kandang polier dengan ukuran berbeda sebut saja a dan b. kandang a berukurang 1 x 2.5 x 1.5  sedang kandang b berukuran 1,25 x 3 x 1,60 m untuk melihatnya ada Sedikit bagian kandang yang ter shoot dalam bagian akhir video ini dan anda bisa melihat dengan  klik di sini . untuk detail kandang mohon tunggu update berikutnya. Baik pada intinya kandang ukuran A maupun B semuanya berhasil untuk menangkarkan ayam hutan.





Menurut saya pribadi sebetulnya untuk jenis indukkan siap tangkar ukuran kandang tidaklah begitu mempengaruhi keberhasilan dalam beternak. bahkan penulispun pernah mengawinkan ayam hutan dalam 2 kandang box/ sangkar bekisar yang berukuran kurang lebih 60 x60x70 cm  dan sang betinapun bertelur . hanya saja faktor keselamatan tlur ini menjadikan catatan khusus untuk menangkarkan di kandang yang sempit. Resiko terinjak dan pecah sangatlah tinggi. Baik kita kembali ke masalah teknik membuat kandang untuk ternak ayam hutan.  


Ada beberapa faktor keberhasilan dalam menangkarkan ayam hutan:


  1. Indukan yang betul-betul sudah siap kawin.



  • Indukan Jantan ; mempunyai kriteria :


Jinak, tidak takut kepada kita,

responsif terhadap ayam lain (misal ayam kampung) apalagi terhadap ayam hutan betina.

contoh ayam hutan jantan yang siap kawin dapat di lihat di : silakan klik disini untuk melihat indukan jantan siap breeding  tentunya faktor kesehatan ayam juga menjadi faktor yang tidak kalah pentingnya.






  • Indukan Betina


Indukan betina juga harus sudah benar-benar siap kawin.

Ciri-ciri betina siap kawin  sebagai berikut :

- Sering mengeluarkan suara : keek....keek....keek.... berulang dengan suara LEPAS/Keras bahkan terkadang mengeluarkan kokok layaknya si jantan. menurut saya ciri ini yang sangat mudah dikenali oleh kita.

- ciri selanjutnya adalah mata berbinar

- bulu-bulu tertata halus dan terlihat licin ini memerlukan pembiasaan untuk mengetahuinya.

secara detail mungkin video ini akan membantu para pembaca untuk mengetahui ciri ayam betina siap kawin, silakan klik di sini   



 2. RANGSUM / PAKAN


  • Baik indukan jantan atau pun betina tentunya juga harus diperhatikan kesehatan dan rangsum makannya. ADA PENGALAMAN UNIK dari penulis mengenai rangsum ayam hutan ini : begini: Penulis terkadang memberi pakan tambahan berupa cacing (umpan pancing) yang penulis beli di penjual pakan burung,  ketika ayam hutan (betina) belum siap kawin maka ayam-ayam ini enggan atau tidak mau menyantapnya, melirik-pun tidak ( uih...). tetapi ketika ayam ini memasuki masa kawin ataupun bertelor, maka jangan tannya berapapun ia santap !!!  pengalaman ini berlaku untuk 8 ekor indukan betina hanya 1 ekor yang tidak mau menyantapnya.

  • Jankrik, kroto, ulat dan suplemen tambahan ( sentrat ayam petelur) juga selalu hidangkan untuk ayam hutanku.


3.  USIA indukan ayam hutan


Sepengalaman penulis : Usia ayam pejantan harus lebih tua dari indukan betinanya. Penulis pernah mencampur ayam hutan jantan yang usianya lebih muda dari betinanya, APA YANG TERJADI ? "PERKELAHIAN" ayam hutan betina akan menolak kehadirannya sehingga ada sifat agresif/menyerang ketika ayam hutan jantan saya masukkan ke polier. kondisi ini tetntunya tidak akan baik jika diteruskan.


Sekali lagi ini berdasarkan penulis semata. 





4. LOKASI KANDANG


Banyak yang berpendapat bahwa Lokasi kandang yang baik adalah di tempat yang tenang agar seperti habitat aslinya , YA Silakan saja, bagi penulis itu mungkin untuk indukan yang diperoleh hasil tangkapan , sehingga sifat liarnya masih kental. TAPI jika Indukan betul2 jinak dan hasil tangkaran/dipelihara dari kecil maka faktor tersebut diatas  menurut saya tidak berlaku. (bagi para pemula saya sarankan untuk melihat ciri ayam hutan tangkapan dan ciri ayam hutan hasil tangkaran/dipelihara dari kecil silakan klik di sini 


Meskipun begitu lokasi penangkaran IDEALNYA memang ditempat yang sepi, tidak banyak dilalui orang/keluarga/bahkan tamu

Penulis sendiri membuat kandang menjadi 3 katagori :




a. Lokasi di halaman rumah depan , sehingga lokasi ini sangatlah ramai, kendaraan, lalulalang keluarga , tamu, tetangga, bahkan anak-anak kecil kadang bermain bola di halaman saya. dan kutukan ayam hutan pun telah dihasilkan dari kandang ini. Untuk lokasi iini tentunya diperuntukkan bagi indukan yang betul2 pemberani dan sangat familiar terhadap lingkungan ini.





b. Lokasi sepi  dihalaman dalam rumah, ditempat ini hanya saya, dan keluarga yang berlalu lalang. untuk meodel kandang ini saya peruntukkan bagi indukan YANG HANYA JINAK KEPADA SAYA dan Keluarga. Jika ada orang asing maka ayam ini akan sangat ketakutan. JANGAN SALAH meskipun ayam dipelihara dari kecil ada juga yang mempunyai sifat seperti ini. jadi perlu lokasi khusus. di lokasi ini  kutukan ayam hutan juga telah saya hasilkan.





c.  Untuk lokasi yang ke tiga adalah lokasi yang saya sebut di atas; yaitu sepi dan jauh dari keramaian, ini saya taruh dag di lantai dua dimana lantai tersebut sebetulnya untuk jemuran pakaian, tapi sekarang beralih fungsi untuk breeding ayam hutan. Kadang ini (dulu) saya peruntukkan untuk ayam hutan tidak begitu jinak hasil tangkapan dari hutan. ayam ini jika melihat majikannya masih takut, tapi jika melihat indukan betina responyya sangat bagus. JANGAN SALAH Tafsir. sekali lagi ayam ini mempunyai respon bagus dengan betinanya, tapi jika melihat majikannya . Wuaduh.... minta ampyuun... kepalanya bisa-bisa penyok terluka karena sifat liarnya. Tapi barang kali pembaca mempunyai ayam hutan jantan dan jika didekatkan ke ayam hutan betina apa lagi ayam kampung kok nampak ogah-ogahan ya..... mungkin butuh waktu dan ketelatenan ekstra untuk membuat ayam bergairah/responsif kembali. oh iya....  penulis juga pernah menghasilkan kutukan dari tipe kandang/ayam ini 




 


 Masih ada beberapa faktor keberhasilan dalam menangkarkan ayam hutan, antara lain TEKNIK/CARA  MENCAMPUR Indukan dan CARA MENGAWINKAN INDUKAN ayam hutan  dan lain sebagainya  akan saya bahaas di lain kesempatan.





sedikit catatan saja bahwa:


Pengalaman saya di atas murni dari pengalaman saya pribadi, dan menurut saya ITULAH yang menjadi SALAH SATU KUNCI keberhasilan dalam menangkarkan ayam hutan. Sebetulnya masih banyak yang ingin penulis sampaikan , berhubung banyak
keterbatasan mungkin akan saya update kembali  PENGALAMAN SAYA tentang
beternak ayam hutan.





Bagi pembaca yang budiman silakan juga mencari sumber lain yang lebih baik tentang tips, trik atau apalah namanya untuk dijadikan referensi untuk beternak ayam hutan !





Salam Cekikrek dari saya



Jumat, 30 November 2012

PENYEBAB LUMPUH PADA AYAM

Kelumpuhan apada ayam kampung banyak sekali penyebabnya,sama seperti penyakit pada ayam.Penyebabnya harus di cari dahulu baru di carikan obat yang cocok.Kesukitannya adalah [ dan binatang yang lain ] mereka tidak bisa bicara,terkadang kita tidak tau apa sebenarnya penyebab sakitnya,Akibatnya sering salah obat dan ayam tidak kunjung sembuh.Untuk itu kita harus pandai melihat gelagat ayam yang sakit tsb.
Untuk kelumpuhan bisa di bagi 4 macam penyebabnya:
1. PENYAKIT
Penyakit ayam yang seringb menyebabkan kelumpuhan salahmsatunya tetelo[ND].Kebanyakan ayam yang terserang tetelo akan mati,Tetepi bila sudah di vaksin atau daya tahan tubuhnya cukup kuat biasanya ayam yang di serang kelihatan  celeng dan lama kelamaan akan lumpuh.
Sepanjang pengetahuan saya belum ada obat untuk penyembuhkan karena penyakit ini menyerang saraf dan pernafasan.Penyakit lain misalkan cacar,marek dan komplikasi CRD [ tentunya keadaan ini sudah parah ]
2. KESELEO ATAU TERGLINCIR
Gejala awalnya tentu pincang,lama kelamaan tidak bisa jalan
Untuk mengetahui daerah yang sakit,raba kaki ayam dari jari sampai pangkal paha,biasanya daerah yang sakit akan lebih panas di banding daerah lainnya,Obati dengan oleskan balsem,sebagian orang mencukur bagian daerah yang sakit lalu di oles balsem
3. LUKA
   Mungkin ini yang paling gampang mencari sumber penyebabnya,cari sumbernya lalu obati lukanya.Luka yang menyebabkan lumpuh biasanya bubul di telapak kakinya atau pada lutut,kedua duanya gampang2 susah sembuhnya ,harus rajin rajin mengobati.
4. KURANG VITAMIN
 Kekurangan kalsium dan zat besi bisa menyebabkan kelumpuhan pada ayam terutama pada yam muda.Solusinya tentu dengan memberikan ke2 vitamin tersebut pada ayam.
Jadi yang terpenting cari dulu penyebabnya,baru tentukan obat yang cocok.
Saya juga pernah mengalami hal seperti ini pada ayam.Kesimpulannya ayam saya kurang vitamin,saya obati dengan kalk dan vitamin B.selain itu kakinya saya olesi balsem biar hangat,juga ada tambahan obat ramuan china namanya Chin_khoo.Beli di toko obat china ,sebotol berisi 100 butir harganya sekitar RP.10.000-an,di berikan pada ayam pagi dan sore masing" 5-7 butir setiap hari,Obat ini berfungsi merangsang otot-otot
Ada satu lagi obat untuk lumpuh namanya BIOSALAMIN di berikan dengan menyuntik, cukup dengan ukuran 0,5 cc di campur dengan B compleks cair 1 cc seminggu sekali saja,
Ini cuma pengalaman saya lho,,,,,tiap ayam tentu punya kasus yang berbeda tapi mudah2 an cocok...hmmm
Semoga cepat sembuh ayamnya......!
Catatan
Ayam,juga selain lumpuh akibat kerusakan otot[selesai di adu atau meloncat dari ketinggian] bisa juga dari penyakit,Penyakit yang menyerang saraf di antaranya tetelo[newcastle desease],gumboro,avian influense[flu burung],saat ini ketiga penyakitr akibat virus tsb belum ada obatnya,pencegahan bisa dengan vaksinasi semasa ayam masih kecil.
Saya kurang informasi dari anda,bagaimana ciri" lain selain lumpuh untuk bantuan diagnosa penyakit ayam anda,Saya hanya bisa menyarankan untuk meningkatkan kesehatannyasaja,untuk ayam lumpuh anda berikan asupan makanan yang banyak mengandung kalsium,fosfor,vit A ,vit D, B12, juga beri beberapa potong daging udang kupas kulitnya,2 biji/hari. Untuk recovery sendinya bisa anda beri obat khusus sendi Osteaflam dengan dosis 1/2 capsul/hari
 
 
  
 
 

Sabtu, 24 November 2012

MANFA'AT AIR GULA MERAH UNTUK AYAM


Sahabat ternak, musim hujan kini telah tiba dan hujan pun setiap hari. Terkadang mulai pagi sudah turun hujan hingga malam. Tentu stamina atau daya tahan tubuh menjadi berkurang akibat cuaca dingin. Belum lagi masalah penyakit sering muncul pada musim penghujan. Pemberian obat ataupun jamu dirasa wajib diberikan demi suksesnya pemeliharaan ayam kampung. Untuk artikel ini kami ingin mengulas tentang manfaat air gula jawa untuk ayam kampung. Dengan tujuan menjaga dan menambah daya tahan tubuh ayam kampung. Dan berikut pengetahuan dan hasil percobaan kami 

Tentang Gula Jawa
Gula Jawa atau sering disebut juga gula merah, dan ada sebutan unik yaitu gula mangkok adalah sejenis bahan makanan untuk memberi rasa manis pada masakan. Di beberapa negara ada sebutan lain yaitu :
Gula Merah (Indonesia), Gula Jawa (Jawa), Panocha (Filipina), Mot-Choi-Duong (Vietnam), Koko-to (Jepang), Au-tung (Thailand), dan Tur (India).

Gula jawa terbuat dari bahan nira sementara nira tersebut adalah cairan yang keluar dari bunga pada pohon palma seperti kelapa, aren, dan siwalan serta tebu serta bahan lain. Tahukah anda manfaat air gula jawa untuk ayam kampung? Mari kita teliti lebih jauh!
Nutrisi Gula Jawa (sajian 100 g)
Energi (kkal) : 386
Protein (g) : 3,0
Karbohidrat (g) : 76,0
Lemak (g) : 10
Kalsium (mg) : 76
Fosfor (mg) : 37
Besi (mg) : 37
dan lain sebagainya
Tujuan Pemberian Gula Jawa
1. Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh
2. Menambah nutrisi/sumber energi dalam ransum untuk DOC pada air minum agar mudah diserap.
3. Mengatasi dehidrasi pada ayam atau DOC
4. Menambah berat badan ayam kampung pedaging
5. Mencegah kematian pada ayam kampung.
Alasan Pemberian Air Gula Jawa
1. Air gula jawa dimaksudkan untuk menyuplai sumber energi mudah diserap untuk DOC. (Taxton at al (1974)
2. Kandungan nutrisi air gula jawa berupa sukrosa dan glukosa mampu mensuplai sumber energi dan nutrisi lain berfungsi untuk menambah stamina ayam kampung
3. Menambah nutrisi belum tersedia pada ransum ayam

Pemberian Air Gula Jawa Pada Ayam Kampung
Cara kami memberikan air gula jawa pada ayam adalah :
1. Ambil gula jawa sebesar 1 sendok makan (boleh berupa serbuk)
2. Tambahkan kedalam 1 gelas air (200 ml)
3. Tambahkan lengkuas (jawa : laos) 1 siung atau sebesar jari
4. Seduh hingga matang dan pemberian pada air minum.
5. Dosis adalah sehari 1 x.

Hal-hal perlu diperhatikan dalam pemberian air gula jawa
1. Campurlah beberapa bahan lain agar air gula jawa tidak dimasuki semut dengan lengkuas atau laos tadi atau bawang putih dan kunyit.
2. Pemberian boleh dilakukan pagi atau sore saja asalkan 1 x sehari
3. Pemberian diberikan pada musim dingin (penghujan) dan ketika ayam kelihatan lemas
4. Pemberian air gula jawa pada musim panas dapat menimbulkan konsumsi makanan menjadi sia-sia karena aktifitas ayam menjadi hiperaktif.
Banyak pendapat bermunculan tentang manfaat air gula jawa atau gula merah ini. Maka dari itu kami mengambil kesimpulan bahwa inti pemberian air gula jawa pada ayam adalah untuk menjaga dan menambah stamina/daya tahan tubuh saat cuaca ekstrim (musim penghujan). Namun pada konsisi ayam sehat, pemberian air gula jawa tidak akan berpengaruh negatif pada ayam kampung. Akhir kata majulah peternakan Indonesia!

Sumber referensi :

Jumat, 23 November 2012

Ayam Organik (Ayam Kampung) Lebih Sehat Dari Pada Ayam Non Organik (Ayam Pedaging)


Makanan berlabel organik memang laris di pasaran. Kenapa? Kebanyakan orang berpikir bahwa makanan organik tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Dada ayam organik juga menjadi incaran para pembeli.

Seperti dilansir livestrong.com, dada ayam organik kaya akan protein, vitamin B, selenium, tanpa zat aditif, dan pengawet. Daging unggas organik memiliki standar tersendiri dalam menentukan standar pemeliharaan, berikut diantaranya.

Standar organik


Unggas yang dikembangbiakkan secara organik menjalani diet pakan, yang diproduksi tanpa pestisida hewani. Selain diet pakan, unggas organik minim suntik atau anti biotik. Jadi, dada ayam organik mengandung sedikit racun atau kontaminan.

Konten gizi

Dada ayam organik memiliki kandungan kalori yang rendah, namun tinggi protein. Itulah penyebab kenapa tubuh ayam organik lebih kecil dari ayam potong biasa.

Bahan kimia

Meskipun antibiotik dan pertisida digunakan untuk membunuh parasit unggas, kebanyakan konsumen khawatir tentang efek samping pemberian bahan kimia. Unggas organik hanya diberi vaksinasi untuk mencegah penyakit, tanpa disuntik antibiotik. Apalagi, efek kumulatif dari paparan pestisida dapat menyebabkan penuruanan sistem kekebalan tubuh dan cacat lahir manusia, lho.

Aditif dan pengawet

Jika Anda memiliki alergi dengan pengawet, pilih unggas organik sebagai menu spesial Anda. Kenapa? Standar produksi pangan organik membatasi penggunaan pengawet, pemanis, warna, perasa dan monosodium glutamat, atau MSG tambahan. Minimnya bahan kimia dalam pakan unggas organik, membuat dada ayam organik semakin sehat. Menurut Organic.org, daging ayam organik memiliki aroma yang kuat dan segar.

Sumber:
organic.com

Selasa, 20 November 2012

ALTERNATIF PAKAN UNTUK AYAM KAMPUNG

Produksi tahu, tempe, tapioka, kecambah, dan penggilingan padi pada umumnya banyak diusahakan sebagai industri kecil dan industri rumah tangga di lingkungan sekitar kita.  Sisa ampasnya masih banyak yang dipasarkan mentahan belum diolah menjadi komoditi produk yang memiliki nilai tambah. Kadang ampas pada musim penghujan  tidak laku dijual dan membusuk menjadi kotoran yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Begitu juga sisa-sisa limbah sayuran pasar setiap hari hanya menimbulkan kotoran, belum termanfaatkan dan jumlahnya cukup banyak.

Bahan-bahan untuk membuat 20 kg ransum basah adalah sebagai berikut:

    Dedak 3 kg
    Ampas (tahu, kelapa, singkong) 3 kg/masing-masing bagian
    Sisa-sisa tanaman dan hijauan 4 kg
    Tepung tapioka ½ kg
    Garam dapur 100 gr
    Air rendaman kapur 100 cc
    Air bersih 10 liter

Kandungan Ransum Basah:

Serat – karbohidrat – protein – garam – dan air . Untuk membuat ransum dalam jumlah besar/banyak tinggal mengalikan kelipatan jumlahnya bahannya saja.

Cara Membuat:

    Semua bahan yang sudah ditakar dicampur dan diaduk jadi satu pada bak atau wadah besar atau yang lebih baik menggunakan drum yang bersih sekaligus menjadi tempat untuk memasaknya di atas tungku api.
    Bila adonan sudah menjadi seperti bubur encer, panaskan sampai mengental.
    Aduk terus selama proses memasak/memanaskan di atas api, jaga jangan sampai hangus pada bagian bawah dan atasnya.
    Proses pemanasan cukup sampai mengental.
    Angkat dan dinginkan di lantai.
    Cetak adonan masak/pakan pada alas jemur bedek bambu ukuran tebal 2,5 – 3 cm, panjang 30 cm dan lebar (ukuran kertas folio).  Cetakan dapat dibuat dari bingkai bambu.
    Jemur dan bolak balik sesuai keadaan.
    Keringkan sampai  kadar airnya  14%.
    Simpan ransum pada kaleng dan tutup rapat untuk persediaan ransum sehari-hari ternak peliharaan.
    Berikan ransum ternak sesuai kebutuhan.

Cara Pemberian Ransum Pada Ternak:

    Bila tidak melakukan penjemuran/pengeringan ransum basah, setelah dimasak dapat langsung diberikan dengan cara tambahkan lagi air dingin agar ransum menjadi bubur encer. Tambahkan Promix 2 gram atau Viterpan  2 cc/kg ransum dan hidangkan pada ternak.
    Ransum padat/kering diseduh/direndam dengan air panas/dingin (dosis 1 kg ransum + 5 liter air untuk 1 x makan), aduk sampai seperti bubur. Tambahkan Promix 2 gram atau Viterpan 2 cc/kg ransum dan berikan pada ternak unggas ayam kampung, Atau unggas lainnya

SELAMAT MENCOBA

Rabu, 17 Oktober 2012

JENIS RAMUAN UNTUK AYAM KAMPUNG




Ramuan obat tradisional dari bahan alami tumbuh-tumbuhan   telah digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita  untuk menjaga stamina dan mengobati beberapa jenis penyakit. Ramuan tradisional tersebut sering dikenal dengan istilah jamu. Saat kini jamu tidak hanya digunakan untuk manusia saja, tetapi pemberian jamu  sudah mulai dikenal di kalangan peternak unggas. Mereka memanfaatkan beberapa tanaman obat sebagai obat tradisional untuk ternaknya sebagai pengganti obat-obatan buatan pabrik yang dirasa cukup mahal terutama bagi peternak skala menengah ke bawah.

Semenjak krisis moniter sampai masa kini harga obat-obatan buatan pabrik dirasakan peternak cukup mahal. Disisi lain pengurangan dosis atau tanpa pemberian obat, vitamin maupun vaksin dalam pemeliharaan ayam KAMPUNG/BROILER akan menimbulkan suatu masalah yang cukup serius  yaitu terjadi penurunan kesehatan atau bahkan terjadi peningkatan angka kematian. Hal ini akan mengakibatkan terjadi penurunan produksi sehingga  tidak tercapai standart produksi  yang diinginkan. Disamping harga obat cukup mahal, pemberian obat-obatan, antibiotic, hormon maupun vitamin yang berlebihan pada ayam broiler/kampung dikhawatirkan akan berpengaruh pula terhadap penurunan kualitas dagingnya, sehingga apabila dikonsumsi oleh manusia secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dikhawatirkan akan membahayakan bagi kesehatannya.


Kelebihan dan penggunaan obat-obatan yang terus menerus dalam tubuh dapat merupakan residu dan sedikit demi sedikit akan tertimbun dalam tubuh manusia yang akhirnya dapat mengganggu kesehatan manusia. Dari kedua alasan tersebut  peternak berupaya untuk mencari alternative lain sebagai pengganti obat buatan pabrik yaitu  dengan memanfaatkan beberapa tanaman obat  untuk diberikan kepada ternaknya.  Ramuan jamu untuk ternak ini dapat dibuat sendiri dengan harga yang relatif murah. Cara dan aturan pemberiannya dapat dalam bentuk larutan yang dicampur dalam air minum atau dalam bentuk simplisia (tepung) yang dicampur kedalam ransum sebagai “feed additive” maupun “feed supplement”.

Tujuan pemberian Feed additive dalam ransum adalah untuk memperbaiki konsumsi, daya cerna serta daya tahan tubuh serta mengurangi tingkat stres pada ayam broiler/kampung. Feed additive yang ditambahkan pada umumnya menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik sebagai feed additive menghasilkan residu dalam karkas ayam kampung/ broiler. Apabila daging ayam dikonsumsi oleh manusia maka dikawatirkan akan menjadi resistensi terhadap antibiotik tersebut. Hal ini berbeda dengan sifat jamu, dimana jamu untuk ternak ini berkhasiat sebagai feed additive dan bukan merupakan antibiotik, sehingga tidak berbahaya bagi manusia, bahkan terbukti dapat meningkatkan konsumsi dan nafsu makan ayamkampung/ broiler.

Tanaman  obat dan fungsinya

Indonesia terkenal sebagai negara  biodeversitas yang kaya akan flora dan faunanya. Beberapa ribu jenis  tanaman obat  ada di Indonesia. Tanaman obat asli Indonesia sangatlah potensi untuk digunakan sebagai bahan pakan tambahan (“feed suplement”) maupun sebagai “feed additive” yang dicampur dalam air minumnya.  Beberapa ahli mengatakan bahwa dengan pemberian beberapa tanaman obat seperti kunyit, bawang putih dan daun pepaya  yang dicampur dengan air minum unggas, dapat terhindar dari penyakit flu burung.  Disamping itu beberapa  jenis tanaman obat lain berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan seperti  temu lawak, lengkuas, jahe, kencur  dan lidah buaya. Sedangkan  pemberian tepung daun kumis kucing yang dicampurkan dalam ransumnya  dikenal dapat  memperlancar proses metabolisme  dalam tubuh ayam sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh ayam kampung/ broiler.

 Ada beberapa tanaman obat yang berkhasiat untuk obat ternak ayam, diantaranya:

    Kunyit (Curcuma domestica), yang dikenal sebagai anti oksidan, anti mikroba dan anti radang. Kunyit mengandung minyak atsiri dari golongan monoterpen dan sesquitterpen, zat warna kuning yang disebut kurkuminoid, protein, fosfor, kalium, besi dan vitamin C.
    Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dapat meningkatkan nafsu makan, anti oksidan, anti mikroba, anti kolesterol dan anemia. Zat gizi yang terkandung dalam temu lawak adalah kurkumin, kurkuminoid, mineral, atsiri, minyak lemak, karbohidrat dan protein. Temulawak dan kunyit bisa dikonsumsi dalam bentuk minuman guna mencegah peningkatan konsentrasi sitokin dalam tubuh akibat inveksi virus AI dengan sub tipe H5N1. Itu efektif, mengingat kandungan curcuma yang ada pada keduanya berpotensi sebagai inhibitor terhadap sintesis sitokin
    Temu giring (Curcuma heyneana), biasanya digunakan untuk obat cacing
    Temuireng (Curcuma aeruginosarhizome) adalah bermanfaat sebagai obat cacing dan meningkatkan nafsu makan. Dalam temuireng banyak mengandung minyak asiri, tanin dan kurkumenol.
    Buah mengkudu (Morinda citrifolia) yang merupakan obat anti radang, anti alergi dan mematikan bakteri penyebab infeksi. Dalam buah mengkudu ini mengandung zat terpenoid, zat anti bacteri dan scolopetin.
    Tanaman lidah buaya. Lidah buaya memiliki kandungan emodin dan scutellaria yang berfungsi sebagai antiviral. Bahan itu mampu menghancurkan enzim yang terdapat pada virus flu burung
    Daun pepaya (Carica papaya, Linn). Daun pepaya ini  berkhasiat  sebagai obat pembunuh amuba dan sebagai obat cacing serta membantu  meningkatkan nafsu makan.
    Cacing (lumbricus rubellus) merupakan sumber protein sangat tinggi yaitu 76%. Manfaat dari cacing tersebut adalah adanya antibakteri dan menghambat pertumbuhan bacteri E. Colk, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, sebagai obat dll.

Cara membuat jamu untuk ayam

Banyak macam cara membuat jamu, karena pada dasarnya membuat jamu jauh lebih mudah dibandingkan dengan membeli obat dari toko. Jamu hewan atau ramuan beberapa tanaman obat tersebut dapat dibuat sendiri oleh petani ternak dan harganya lebih murah dibandingkan obat pabrik, tetapi khasiatnya cukup baik untuk pencegahan maupun pengobatan pada ternak unggas. Beberapa diantaranya adalah ramuan jamu hasil pengkajian BPTP Jakarta  yang berfungsi untuk pencegahan terhadap penyakit AI (flu burung/Avian Influenza).


Bahan-bahan tanaman obat yang diramu sebagai jamu untuk pencegahan penyakit flu burung  adalah sbb:
 Kencur (500 gram), bawang putih (500 gram), jahe (250 gram), lengkuas (250 gram), kunyit (250 gram), temulawak (250 gram), daun sirih (125 gram), kayu manis (125 gram), daun mahkota dewa, EM4 dan molasses atau gula pasir. Bahan-bahan tersebut dipotong-potong kecil kemudian digiling/dibelender dan ditambahkan air 5 liter, kemudian disaring dan diambil ekstraknya. Ekstrak tersebut dimasukkan dalam drum besar (kapasitas 20 liter atau lebih). Tambahkan molases 500 cc, lalu tambahkan lagi dengan air sehingga campuran tersebut menjadi 20 liter, kemudian drum ditutup rapat. Selanjutnya campuran dilakukan fermentasi selama 6 hari. Setiap hari tutup drum dibuka selama 5 menit sambil diaduk. Setelah 6 hari jamu siap diberikan pada ayam. Cara pemberiannya melalui air minum dengan dosis 90 ml air jamu per 1 liter air minum setiap hari.


Ketua Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia mengatakan bahwa  di Indonesia sendiri saat ini tersedia cukup banyak bahan herbal yang bisa digunakan untuk menangkal menyebarnya virus flu burung. Tanaman obat tersebut adalah lidah buaya, temulawak, dan kunyit. Sedangkan menurut peneliti dari LIPI mengatakan bahwa pemberian secara rutin jamu ternak yang terdiri atas kunyit, lengkuas, temulawak, kencur dan buah mengkudu yang diberikan pada unggas dapat berfungsi sebagai stamina yaitu untuk menyehatkan dan meningkatkan nafsu makan.

Khasiat tanaman obat juga telah dibuktikan keistimewaan tanaman obat yang  mempunyai khasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, sebagai obat pada berbagai macam penyakit dan mengurangi stress pada ayam.  Dalam uji coba saya membuat jamu dengan ramuan dari tanaman-tanaman obat  yang terdiri dari kunyit  (1000 gram), temuireng (1000 gram), temulawak (1000 gram), temu giring (250 gram), mengkudu (500 gram), daun pepaya (5 tangkai) dan cacing (100 gram). 

 Cara membuatnya adalah sbb:

 cacing direbus dengan 1 liter air sampai mendidih. Kunyit, temuireng, temugiring, temulawak dan mengkudu diparut menjadi satu, dan daun pepaya ditumbuk sampai halus. Campurkan bahan-bahan tersebut  dan  tambah 4 liter air bersih. Remas-remaslah semua bahan tersebut dan saring. Terakhir tambah dengan 1 liter  rebusan cacing dan aduk sampai rata. Selanjutnya campuran tersebut direbus sampai mendidih  dan setelah dingin dapat digunakan sebagai jamu pada ayam pedaging. Jamu tersebut dapat diberikan dengan cara mencampur ke air minum. Dalam pelaksanaannya pemberian jamu dilakukan setelah ayam berumur 16 hari sampai panen.  Pemberian dilakukan tiga hari berturut-turut selanjutnya diselang dengan air putih.

Manfaat dan Hasil

Dari  hasil penelitian saya  maupun pendapat orang 2 yang sudah sukses berkecimpung di dunia ayam kampung/broiler dapat di simpulkan bahwa ternyata pemberian jamu atau tanaman obat yang dicampurkan baik dalam ransum pakannya maupun air minum ayam dapat bermanfaat atau berkhasiat untuk:
 (1).  meningkatkan daya tahan tubuh ayam
 (2). meningkatkan pertumbuhan berat badan ayam
 (3). mengurangi tingkat kematian dan jumlah ayam yang sakit
 (4)  meningkatkan pendapatan peternak
 (5).mendapatkan ayam non kolesterol karena lemak yang dihasilkan berkurang
 (6). mendapatkan karkas ayam yang berbau dan warna yang segar dan
 (7).  mengurangi bau kotoran ayam (ammonia). Manfaat lain yang diperoleh adalah harga jamu tersebut lebih murah, menjaga stamina tubuh, menambah nafsu makan, mencegah serta mengobati beberapa penyakit seperti penyakit gangguan pernafasan (Snot dan CRD), koksidiosis, diare maupun feses hijau dan menghindarkan unggas dari serangan virus flu burung (Avian Influenza/AI).

 Dan kenyataannya Manfaat dari khasiat jamu untuk ternak sudah lama diteliti oleh beberapa peneliti. Salah satu  dilakukan oleh Ibu tatik, sebagai seorang peneliti dan juga sebagai peternak ayam di salah satu kampung di Jombang Jatim. Beliau meramu tanaman obat-obatan yang terdiri dari buah cabe jawa (Piper retrofractum Vahl), ekstrak rimpang temu lawak (Curcuma xanthorriza Roxb), ekstrak rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb), bubuk rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum, Val), madu lebah, gula tebu sebagai pengawet alamiah, dan air. Ramuan tersebut  diberikan pada ayam sebagai penangkal unggas terhadap penyebaran flu burung. Dalam uji cobanya, beliau memasukkan ayam mati yang terinveksi flu burung di sekitar kandangnya.  Dari hasil uji cobanya didapatkan ayam-ayam yang diberi jamu hasil ramuannya ternyata semua ayam perlakuannya itu lolos  alias tidak terinveksi flu burung. Hasil uji cobanya kemudian diselidiki lebih teliti lagi oleh Balai Veteriner Blitar, . Dan ternyata hasilnya positip. Ayam-ayam yang diberi jamu tersebut memberi respon positip terhadap pertumbuhan ayam,mempunyai stamina ayam yang lebih baik (jarang sakit dan mortalitas rendah), lemak karkas sangat rendah, aroma daging dan telur tidak amis, warna kuning telur lebih oranye/skor diatas 7, serta bau kotoran ayam (ammonia) di sekitar kandang jauh lebih berkurang.

Demikian juga dari hasil uji coba yang telah kami lakukan  Dari hasil uji cobaterhadap ayam-ayam yang diberi jamu hasil ramuannya didapatkan hasil sbb:

A . Perbedaan produktivitas ayam yang diberi jamu dan tanpa jamu dengan masa pemeliharaan  32 hari

AYAM YANG DI BERI JAMU
 
komponen:

1.  Jumlah ayam yang dipelihara : 100 ekor
2.  Mortalitas                           : 1% 
3. Ayam hidup                           : 99 Ekor
4.  Bobot rata-rata                   : 1,76 kg
5. Konsumsi pakan/ekor             : 2,53 kg
6. FCR                                     : 1,494
7. Indeks per formans               : 363,9
8.  Performans                          : Pertumbuhan bulu lebih mengkilat, Penampilan lebih lincah
keuntungan :   Rp. 288.050    

AYAM TANPA DI BERI JAMU 

Komponen: 

1.  Jumlah ayam yang dipelihara : 100 ekor
2.  Mortalitas                           : 3% 
3. Ayam hidup                           : 97 Ekor
4.  Bobot rata-rata                   : 1,62 kg
5. Konsumsi pakan/ekor             : 2,58 kg
6. FCR                                     : 1,587
7. Indeks per formans               : 316,5
8.  Performans                          : 0
keuntungan    : Rp. 99.825               


Lumayan kan ,so what you think about that,,,,!  selamat mencoba

By: Asgindo Farm With Aba Naufval Farm

Kamis, 11 Oktober 2012

Tips menetaskan Telur Ayam Hutan dengan Mesin Tetas


Tak mau ketinggalan moment yang satu ini, gambar ini diabadikan oleh anak saya, Ketika telur menetas saya tidak berada di rumah, masuklah sms dari anak saya, be.... telurnya udah pada netas... kasihan sekali  mereka basah kuyup.... kira-kira begitu sms dari anak saya. Dik tolong di ambil gambarnya yah..dst


Untuk kesekian kalinya penulis mau berbagi cerita tentang menetaskan telur ayam hutan (gallus varius) dengan mesin penetas. Pada dasarnya tidak terlalu sulit untuk menetaskan dengan mesin ini . Yang penting baca buku manual beres. selesai. Tetapi petunjuk manual terkadang memaksa kita untuk turun tangan dalam proses penetasannya. Ambil contoh : dari berbagai sumber (termasuk manual book) kita diharuskan memutar telur sehari 3 kali...... capek....deh.................  apa munkin ini kita lakukan?, lalu bagai mana jika tidak kita lakukam ? menetaskah ?





Baik berikut saya sampaikan point penting manual book dari mesin tetas saya :


1. Usahakan sebelum telur diletakkan , suhu mesin sudah stabil ( 38-39 derajat Celcius)


    taruh air dalam baki untuk menjaga kelembaban udara dalam mesin


2. letakkan telur  dengan kemiringan 45 derajat dengan bagian runcing dibawah


3. 3 hari pertama tidak dilakukan pemutaran telur


4. mulai 4 hari sampai hari ke 17 telur diputar sehari 3 kali NAh......Lo......


ventilasi udara dibuak 25%


pemutaran dimaksudkan untuk memeroleh pemerataan suhu pada telur


5.Pada hari ke 7 dan 15 lakukan pendinginan selama 30 menit. mesin dimatikan dan penutup dibuka


Ventilasi dibuka 50%


6. pendinginan pada hari ke 7 dapat kita lakukan peneropongan telur, apakah telur ada bibitnya atau tidak.


7 memasuki hari ke 18 sampai menetas ( hari ke 21) jangan lakukan pemutaran


ventilasi udara dibuka 100% 





Kira-kira begitu ringkasan manual book mesin tetas saya. TAPI lagi-lagi  penulis mempunyai pengalaman sendiri yaitu :


1. Khusus untuk pemutaran telur, penulis hanya melakukan 1 kali dalam sehari, itupun waktunya tidak tentu, terkadan pagi sebelum ngantor, atau sore hari. dan hasilnya Alhamdulillah seperti gambar di atas Telur ayam tetap menetas dengan sukses.


TIPS dari penulis :


2. Alas pada mesin tetas terbuat dari strimen yang datar, ini akan menyulitkan dalam menempatkan telur-telur tersebut. akibnat alas yang datar telur mudah menggelundung kesana kemari. ini dikawatirkan dapat merusak jaringan pada telur. NAH........... sebaiknya alas strimin tersebut di desain tidak rata, atau dibuat bergelombang 


cara membuat alas strimin bergelombang sangat sederhana : karena karakter srimin yang lembek, maka kita bisa melakukan dengan :


a. Taruh pipa bulat seukuran telur ayam pada bagian bawah strimin.


b. Pukul dengan pelan pada bagian kanan-kiri pipa tersebut.


c. Nah................ sekarang permukaan strimin sudah bergelombang dan dapat untuk menempatkan telur dengan aman tanpa menggelinding





3. Anak ayam dapat bertahan  1-3 hari tanpa makan dan minum


4. Jangan tergesa memindahkan anak ayam yang sudah menetas. jika dilakukan akan mengganggu  telur lainnya yang akan menetas. Karakter telur yang akan menetas dalam keadaan suhu stabil akan rapuh, sehingga memudahkan telur-telur lainnya untuk menetas. jika suhu tidak stabil(menurun) akibat kita memindah anak ayam yang baru menetas, maka cangkang telur lainya akan mengeras dan sulit untuk menetas. nah..... siapa yang nyesel.......? 


5. Pengambilan anak ayam sebaiknya menunggu semua telur menetas, kadang sampai jangka 2-3 hari telur akan menetas semua. jika didapati anak ayanm yang belum kering betul nanti berdampak pada tulang kakinya, tekadang bengkok/cacat.


6. Alas telur terbuat dari strimin. beberapa kasus akan mengganggu dalam pertumbuhan tulang kaki. Tulang kaki ayam hutan yang baru menetas belum kuat menumpu pada alas  strimin tersebut dan karakter strimin adalah licin. ini dapat menyebabkan  kaki ayam hutan cacat. TIPS dari penulis adalah berikan kain kasa tebal (Bukan kain perban) ini bapat diperoleh di apotik untuk alasnya. Pada prinsipnya pemberian kain ini supaya kaki ayam dapat mencengkeram pada alasnya.






Selamat mencoba semoga sukses......





    Selasa, 09 Oktober 2012

    Tukar Link

    Halaman ini sengaja saya buat dikhususkan untuk bertukar link dengan sobat-sobat semua

    Apa sih keuntungan dari Tukar Link ?
    • Ranking blog sobat di search engine akan meningkat
    • Menambah jumlah pengunjung / visitor
    • Mendapatkan backlink dari blog lain
    • Dapat meningkatkan pagerank pada blog sobat
    • Mempererat pertemanan antar sesama blogger
    Jika sobat mau tukar link dengan saya, silahkan pasang link blog saya dengan format :
    Website URL : http://abanauval.blogspot.com/
    Website Title  : Berternak Ayam Kampung
    Atau sobat bisa pasang di side bar dengan cara copy paste kode berikut :
    <a target="_blank" href="http://abanauval.blogspot.com/" title="Berternak Ayam Kampung">Berternak Ayam Kampung</a>
    Jika sobat telah memasang link saya, silahkan konfirmasi dengan cara menulis komentar di page ini.


    Senin, 08 Oktober 2012

    CARA MENGOBATI BEBERAPA PENYAKIT yang SERING MENYERANG AYAM KAMPUNG

    Sebenarnya ayam kampung merupakan jenis ayam yang tahan terhadap penyakit, tidak seperti ayam ras tentunya.  Buktinya selama puluhan tahun saya memelihara ayam, tak pernah sekalipun mati berbarengan alias serentak dalam waktu bersamaan.  Ingin tahu kuncinya ?  Mudah saja, begini...Prinsipnya begini, sama halnya dengan makhluk hidup lain supaya ayam sehat dan tak mudah terserang penyakit yaitu makan yang cukup (gizi dan jumlah), jangan terlambat dan kandang dijaga supaya relatif bersih dan sehat. Sudah itu saja, wah...wah...seperti manusia dunk !  Hehe...ya emang, pokoknya kalau ayam kenyang, makan bergizi dan bervitamin dijamin deh, kagak bakalan sering kena penyakit, walaupun terkena penyakit langsung sembuh.

    Walau begitu, pernah jugalah ayam-ayam saya kena penyakit, nyatanya juga makhluk hidup ya kadang sehat kadang sakit, tapi selama ini alhamdulillah banyakan sehatnya...hehe...Beberapa penyakit yang sering menyerang ayam kampung dan cara mengatasinya yaitu :

    1.  penyakit ND/tetelo.  Wah penyakit ini super ganas, pokoknya kalau sudah terserang virus/penyakit ini hampir pasti langsung mati.  Ciri-ciri ayam yang terkena pnyekit ini antara lain ; jalan sempoyongan bahkan terkadang mundur, nafsu makan tidak ada, bulu kusam alias tidak mulus, kadang disertai dengan pilek dan mulut berlendir.  Jangan kuatir, menurut pengalaman saya bisa diatasi, yaitu cara paling efektif dengan pencegahan yang caranya bisa dilihatDISINI.

    2.   tembolok yang keras bahkan cenderung tidak mau mengempis.  Mungkin ini disebabkan karena makanan yang terlalu keras atau kurang baik sehingga tidak bisa dicerna oleh ayam.  Cara saya yaitu pisahkan dulu ayam yang terkena dengan ayam-ayam yang lain, kemudian beri khusus minuman yang dicampur rebusan daun pepaya, insya ALLAH temboloknya akan normal kembali.

    3.  ayam "dengkelen" alias tidak bisa berjalan Hal ini biasanya disebabkan terutama kandang yang lembab atau kurang sinar matahari sehingga pertulangan ayam agak terganggu.  Cara mengatasi yaitu dengan menggosok balsem/minyak urut ke bagian tulang kaki yang membengkak sambil diurut beberapa kali terus diulangi sampai sembuh.

    4.  penyakit/perilaku kanibal pada ayam sehingga tak jarang menimbulkan kematian.  Hal ini disebabkan karena pakan yang kurang dan sering terlambat atau populasi dalam satu kandang terlalu padat, sehingga ayam mematuki tubuh ayam yang lain.  Biasanya bagian yang sering dipatuki adalah bagian belakang hingga pantat.  Cara mengatasi ya...pakan yang cukup, air cukup jangan sampai terlambat.  Kalaupun sudah terjadi, cepatlah dipisah dan bagian yang mengeluarkan darah (karena dipatuki) obati dengan betadine atau minyak tanah.

    5.  berak hijau atau berak kapur.  Ciri-cirinya terkadang kotoran ayam berwarna hijau atau keputihan, itu tandanya terkena bakteri ?   Caranya bisa diobati dengan diminumkan tablet koleridin (bisa dibeli di toko pakan) atau sering-sering memberi rebusan temu lawak, temuireng atau daun pepaya sehingga ayam kembali normal pencernaannya.

    Prinsipnya, jika ada ayam terkena penyakit yang utamanya dicirikan dengan makan yang tidak terlalu bernafsu, wajah pucat dan bulu kusam serta berjalannya/tingkahnya "lemes", hampir pasti ayam terkena penyakit, segera pisahkan dan diobati dengan cara diatas, insy@ ALLAH sembuh.  Untuk penyakit-penyakit yang lain, seperti flu, batuk dll insya ALLAH saya posting secepatnya.  Semoga bermanfaat.

    CARA GRATIS MENGATASI AYAM YANG SUKA MENYENDIRI alias MOJOK

    Ehmmm....bukan hanya orang lho yang suka mojok [+18] huuzz,,,,,,,,,,,,hehehehhe 
     Suatu kali ada pembaca blog ini yang menanyakan pada saya, mengapa ayam-ayamnya yang masih muda kok senang mojok menyendiri dengan bulu kusam dan nafsu makannya hilang.  Ayam-ayam saya dulu juga pernah mengalami hal tersebut.  Menurut pengamatan saya, tingkah ayam yang demikian bisa disebabkab beberapa hal :

    1.  ayam sakit sehingga nafsu makan tidak ada
    2.  ayam tidak cocok pakannya atau "dimusuhi" oleh ayam yang lain.
    3. Atau kandang terlalu padat sehingga ayam berebutan makan. Bahkan kondisi kandang yang kotorannya menumpuk bisa memicu penyakit ayam.
    Tetapi kemungkinan kedua dan ketiga relatif jarang terjadi justru penyebabnya lebih sering adalah poin 1.

    Ya, biasanya penyebabnya adalah ayam menderita sakit kemudian nafsu makannya hilang. Pada saat kita memberi makan, sementara ayam-ayam yang lain makan dengan lahap, ayam yang sakit tsb malah mojok dan menyendiri di sudut kandang. Perhatikan wajah dan bulunya, jika wajah pucat dan warna wajahnya merah pucat dan tampak loyo alias mata sering dipejam, kemungkinan besar ayam kita terkena penyakit. Jika bulu kusam, tidak tampak bersih dan cemerlang, ayam anda kemungkinan besar terkena penyakit. Lihat juga kotorannya, jika kotorannya cair berwarna putih atau hijau alias warna dan bentuknya tidak seperti kotoran ayam biasanya, bisa jadi ayam anda sakit. Intinya, ya seperti kita manusia lah, orang sakit kan salah satu akibatnya gak nafsu makan.

    Terus bagaimana langkah mengatasinya? Jangan kuatir, berdasarkan pengalaman saya bisa diobati. Begini langkahnya :

    1. pisahkan dulu ayam yang sakit tersebut dalam kandang tersendiri. Jika masih kecil berilah lampu penghangat.
    2. beri makan khusus pakan pabrik, misal BR1 atau BR2. Jangan dicampur dedak dan jagung.
    3. beri obat cacing supaya nafsu makan meningkat.
    4. buat ramuan khusus untuk mengusir kuman atau bakteri, caranya bisa dilihat di artikel-artikel saya. Atau irislah daun pepaya, direbus kemudian air rebusannya diminumkan ke ayam yang sakit. Irisannya bisa dicampurkan ke pakan. Atau rebusan temu-temuan, yang paling manjur yaitu temu ireng, temu lawak, kencur, kunyit, rebus dahulu kemudian air rebusan dicampur ke minuman.
    5. jika sakitnya parah, belilah obat ayam yang ada di toko pakan ternak.

    Insy@ ALLAH dalam beberapa hari, ayam kita sudah sembuh. Yang perlu diingat, supaya mengurangi ayam yang sakit, sebaiknya pemberian pakan dicampur dengan rebusan tanaman-tanaman diatas, selain untuk mencegah penyakit juga menambah vitamin. Selain itu pakan yang cukup protein, karbohidrat dan unsur atau nutrisi yang lain Besihkan kandang secara teratur sehingga kotoran tidak menumpuk. Kotoran yang menumpuk akan mengundang penyakit, selain itu gas amonia yang beracun dapat mengganggu kesehatan ayam.

    Mudah bukan? dan gratis lagi...hehe...Semoga bermanfaat. Salam.
    By:Asgindo Farm with Aba Nauval

    5 Hal yang harus di hindari dalam merawat DOC ayam kampung

    Hmm...pagi-pagi dh nongkrong di kandang sambil ngopi  plus bloging ngliatin ayam-ayam pada mainan , OK langsung aja
    Ada beberapa hal yang ingin saya share kepada anda semua mengenai perawatan doc ayam kampung super, terutama umur 0 - 30 hari. Berdasarkan pengalaman saya dalam merawat dan membesarkan doc ayam kampung, saya sedikitnya mencatat ada lima hal yang sebaiknya dihindari. Insy@ ALLAH dengan menerapkan tips ini maka doc anda akan sehat dan cepat besar karena kesehatan dan pertumbuhan ayam yang sehat nantinya berawal dari pemeliharaan semenjak kecil.  Jadi sangat penting untuk merawat doc dengan benar. Tips ini juga berlaku untuk jenis-jenis ayam yang lain.  Berikut tips sederhana dari saya :

    1.  Jangan menempatkan doc yang baru menetas sembarangan di tempat yang kurang rapat, apalagi dicampur dengan induknya. DOC membutuhkan kandang yang rapat dan hangat oleh karena itu berilah lampu yang cukup selain itu juga agar DOC tsb bisa makan sepanjang hari sehingga pertumbuhan sehat dan maksimal.  Jangan biarkan induknya yang memelihara DOC, walau jumlahnya sedikit cuman 5 ekor,
    continue reading...hal ini untuk mencegah supaya menjaga tidak mudah tertular penyakit ayam dewasa dan tidak diganggu ayam yang lain.  Berilah ventilasi secukupnya.

    2.  Jangan memberi pakan yang kasar, terutama pada ayam umur 5 - 7 hari.  Sebaiknya pakan yang digunakan adalah pakan pabrik BR1 dan pada umur tsb ditumbuk hingga halus karena paruh mereka masih kecil dan sistem pencernaan masih belum sempurna.  Selain itu selama 30 hari sebaiknya pakan yang diberikan khusus pakan BR1 karena kandungan atau komposisi nutrisinya sudah cukup baik.  Berikan pakan yang cukup serta minuman diganti setiap hari.

    3.  Menunda dalam memberi vaksin.  Justru vaksin bisa langsung diberikan begitu DOC sudah sehat.  Vaksin yang sering saya berikan adalah untuk mencegah penyakit ND/tetelo yang sangat ganas. Bisa menggunakan vaksin ND Hitcner yang bisa didapatkan di toko ternak ayam.  Aplikasi bisa lewat air minum ataupun tetes mata dan mulut.  Vaksin diberikan pada umur 4 hari, 4 minggu dan empat bulan.  Vaksin yang lain seperti gumboro, flu burung, dll bisa juga anda terapkan. Jangan ditunda-ditunda !

    4.  memberikan vitamin atau mineral secara sembarangan.  Menurut pengalaman saya, saya hampir tidak pernah membeli vitamin dari pabrik.  Cara yang sederhana yaitu cukuplah kita meramu dari daun-daunan dan temu-temuan untuk memberikan vitamin dan mineral yang cukup, selain itu juga berguna untuk menjaga stamina dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.  Bahan-bahan nabati tsb direbus kemudian air rebusan diberikan untuk minuman DOC. Daun-daunan yang sering saya pakai yaitu daun pepaya, daun salam, daun cengkeh, daun singkong, temu lawak, temu ireng, kunir, kencur maupun laos, kulit bawang juga bisa.

    5.  Populasi DOC dalam satu kotak/kandang jangan terlalu padat.  Silakan dikira-kira, mungkin pembaca ada yang tahu ukurannya.  Berdasar pengalaman saya, selama 0-20 hari bisa ditempatkan di kandang kotak beralaskan ram kawat, sedangkan umur 21 hari keatas sudah bisa di atas tanah atau di tempatkan di kandang yang agak longgar.  Harap diingat populasi yang terlalu padat bisa menyebakan ayam sering kanibal. INi berbahaya, oleh karena itu beri pakan dan minuman yang cukup jangan sampai ada yang kosong.  Penting juga untuk membesihkan kotoran ayam secara teratur, karena kotoran yang menumpuk akan mengandung gas-gas yang berbahaya sehingga menganggu kesehatan ayam.  Oh iya, saya ada tips khusus untuk anda, untuk menghindari ayam kanibal dan menambah vitamin serta nasu makan ayam, saya biasa menggantunkan daun singkong atau pepaya di dalam kandang yang nantinya bisa dipatuki ayam, dengan demikian ayam akan selalu makan, tidak melamun...hehe...dan kebutuhannya serat dan vitaminnya terpenuhi.

    CARA PRAKTIS MENCEGAH PENYAKIT ND/tetelo PADA AYAM KAMPUNG

    Cara gratis dan praktis kali ini saya tulis berdasarkan atas pengalaman saya memelihara beraneka ayam sejak tahun 2000-an lalu (kalo gak salah tapi, hehe...).  Selain itu juga untuk memenuhi janji saya pada artikel yang lalu tentang   cara gratis cara membuat ayam kampung cepat besar.

    Berawal dari coba-coba yang saya lakukan, dengan niat menghasilkan daging ayam kampung yang tak terlalu banyak kandungan bahan kimia dan tentu juga maksudnya berhemat, hehe...saya memberi campuran beberapa bahan nabati pada ransum ayam yang mempunyai potensi mencegah penyakit menular pada ayam.  Selain itu, ilmu ini juga sebagian saya dapat dari beberapa peternak yang kemudian saya padukan dengan kondisi di kampung saya.

    Dari hasil percobaan dan pengalaman saya, maka saya berani mengatakan bahwa beberapa tumbuhan/tanaman/bahan nabati memang mempunyai potensi untuk mencegah penyakit menular pada ayam, terutama tetelo/ND atau hanya sekedar flu biasa pada ayam.

    Singkat kata, tanaman yang sering saya pakai untuk pencegahan penyakit pada ayam yaitu : daun pepaya, temu ireng, temu lawak, kulit bawang putih, kulit bawang merah, daun teh, dan daun salam. (beberapa daun tanaman juga sering saya pakai untuk menambah vitamin/mineral pada ransum, seperti daun singkong, dan daun temu-temuan). Bahkan, sisa-sisa sayuran atau kulit bumbu-bumbu bekas yang tidak terpakai atau bahan sisa masakan istri saya, saya rebus kemudian saya campurkan pada ransum ayam.  Pendek kata, tak ada daun atau sisa bahan sayuran yang terbuang percuma.


    Cara aplikasi sangat mudah, yaitu sebagai berikut :

    1.  iris tipis-tipis daun-daun tersebut diatas

    2.  rebus daun dan temu-temuan tersebut sampai mendidih, kemudian diamkan hingga hangat.


    3.  nah, air rebusan tadi dicampurkan pada air minum ayam atau untuk ditambahkan pada pakan (pakan basah).  Selain itu irisan daun/temu-temuan tersebut jangan dibuang, kan sayang.  Irisan-irisan tersebut dicampurkan pada ransum ayam.  Pemberian ini terutama pada pagi hari.


    4.  aplikasi diatas dilakukan secara teratur, terutama pada saat pergantian musim dimana penyakit biasa timbul.  Rentang waktu pemberian obat tradisional ini sebaiknya 2-3 hari sekali.  Di luar pergantian musim seminggu sekali saya rasa cukup.

    Selain berfungsi sebagai pencegahan, juga untuk menambah nafsu makan pada ayam dan menambah vitamin/mineral alami. Prinsipnya, jika ayam banyak makan (yang bergizi) maka akan sehat.

    Cara yang lain untuk pencegahan, penyakit tetelo yaitu dengan membeli obat vaksin ND Hitchner yang banyak tersedia di pasaran.  Pemberian obat ini biasa saya lakukan pada waktu ayam berumur 4 hari, 4 minggu dan 4 bulan.  Aplikasi bisa lewat tetes mata maupun dicampur dengan air minum.

    Perpaduan yang terbaik, ya divaksin sekaligus diberi obat tradisional.  Menurut pengalaman saya, Alhamdulillah ayam-ayam saya sehat.  Walau ada yang terkena penyakit, ya wajar saja namanya juga makhluk hidup, hehe...tapi selama puluhan tahun memelihara ayam, alhamdulillah tak pernah sekalipun dalam serentak ayam-ayam saya mati berbarengan dalam jumlah besar.  Selain ayam-ayam saya sehat, juga pertumbuhannya cukup baik, jadi ada pengaruhnya juga pemberian  irisan daun-daunan dalam pakan ayam.

    TIPS MEMBUAT ANAK KAMPUNG CEPAT BESAR


    Sejak tahun 2000-an yang lalu saya sudah memulai beternak ayam secara  intensif, walau dengan jumlah tidak terlalu banyak, yah...kira-kira dulu seratusan ekor lah..., kalau sekarang tinggal puluhan, habis waktunya tidak sesempat seperti dulu dan terutama maklum, gak punya modal, sih....akhirnya merantau ke saudi lagi cari modal hehe...Pertama, saya beternak ayam arab petelur, ayam kampung, ayam pelung dan ayam hutan. Nah, sekarang populasi ayam kampung super saya banyakin.  Ayam kampung super saya merupakan silangan dari ayam lingnan dengan ayam kampung lokal.  Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel saya sebelumnya    tips praktis-beternak-ayam-kampung

    Gambar diatas merupakan anak-anak ayam lingnan dan silangan lingnan dengan ayam kampung lokal (jadi ayam kampung super) yang berumur sekitar 1,5 bulan.  Walau dengan ransum makanan/pakan seadanya, pertumbuhannya tetap lebih cepat dibanding dengan ayam kampung biasa.  Saya sengaja tidak memberi pakan melulu pakan jadi seperti Ayam pedaging) karena pasti citarasa daging yang dihasilkan menjadi lembek, tidak kenyal, kurang berserat dan kadar lemaknya/kolesterol tinggi, mirip daging ayam pedaging ras. (sekarang banyak dijual ayam kampung tetapi diberi pakan mirip ayam ras pedaging, silakan anda rasakan apakah sama citarasanya dengan ayam kampung asli ?, maaf ini bukan pertanyaan provokatif, tapi perlu kiranya diteliti apakah ada perbedaan kandungan nutrisi daging ayam, kadar kolesterol, sifat fisis dan kimia daging pada ayam kampung lokal dengan ayam kampung yang diberi pakan sama dengan ayam ras pedaging).


    Nah, berikut ini saya akan memberikan tips untuk anda cara cepat membesarkan anak ayam kampung super dengan citarasa daging mendekati atau bahkan mirip dengan ayam kampung lokal. Ini dia...

    1. bibit ayam kampung yang kita pelihara haruslah ayam kampung super yang cepat besar, seperti yang saya punya contohnya.  Supaya pertumbuhan cepat dan bisa dipacu

    2. usahakan kandang yang digunakan sistem umbaran, jangan di kandang batere.  Lebih baik lagi, alasnya tanah sehingga ayam bebas berkeliaran dan dalam kandang tersebut buatlah tangkringan ayam dari kayu atau bambu, kan ayam suka lompat, loncat dan nagkring, ini akan melatih otot ayam sehingga relatif kekar.

    3. nah ini yang terpenting, rekayasa ransum.  Maksud saya begini, tidak usah pake teori yang canggih-canggih.  Kita tau kalo supaya ayam cepat besar, intinya ransum harus mengandung protein tinggi. Nah, protein ini bisa dicari dengan pakan pabrik (mis BR 1), atau kalo di desa saya "amis-amisan" dari ikan atau yuyu, keong atau tepung ikan.  Untuk praktisnya, saya mending beli BR 1.  Komposisi ransum yang saya gunakan adalah :

    - anak ayam umur 0 - 25 hari = 100 % BR 1.  Pada umur ini jangan lupa, beri lampu/penerangan, selain supaya hangat juga bisa makan di malam hari.  Dan juga air minum diberi rebusan sayuran, contoh daun pepaya atau temu-temuan untuk menjaga kesehatan tubuh, anti cacing dan menjaga nafsu makan.

    - umur 25 hr - 2 bulan = 30 % BR 1 : 30 % jagung giling halus : 40 % dedak padi halus.  Pada umur ini lampu sudah bisa dikurangi bertahap.

    - umur 2 bulan keatas = 20 % konsentrat daging : 30 % jagung : 40 % dedak padi : 5 - 10 % sayuran.  (konsentrat bisa diganti tepung ikan/amis-amisan).  Saya biasa menambahkan sayuran untuk suplemen vitamin, mineral atau serat.  Sayuran/daun-daunan yang sering saya campurkan pada ransum adalah daun pepaya, daun singkong, daun "gudal meled" atau lengko, dan daun temu ireng.  Pada prinsipnya jenis daun yang berstruktur agak lunak bisa digunakan.  Pemberian sayuran pada ayam tentu saja harus dirajang atau diiris-iris dulu, kemudian kalau bisa direbus atau langsung dicampur ke ransum.  Oya, saya lebih suka menggunakan pakan basah.  Nah, dengan cara diatas, alhamdulillah selain ayam kampung cepat pertumbuhannya, juga sehat dan sejauh ini citarasanya seperti ayam kampung biasa.  Bobot ayam kampung super dengan ransum seperti kira-kira umur 2,5 - 3 bulan mencapai 1 kg-an lebih lah, walau ada yang kurang, ada yang lebih juga, dengan syarat ayam sehat, makanan teratur dan kandang mendapat cukup sinar matahari.

    Sebenarnya komposisi pakan diatas, bisa diotak-atik sendiri.  Pada prinsipnya penambahan protein yang cukup signifikan akan berdampak pada cepatnya pertumbuhan ayam.   Saya menghindari 100 % pakan jadi dari pabrik, karena nanti pasti dagingnya lembek, walaupun pertumbuhaannya pesat. Oya, saya juga sering menambahkan pada pakan, yaitu singkong, talas maupun ubi.  Semua ini saya lakukan agar ayam kenyang dan yang penting struktur dagingnya yang pasti kenyal karena makannya beragam.  Untuk ayam dewasa menghabiskan kira-kira pakan 80 - 100 gram pakan, tergantung jenis ayam, umur, dan jenis kelamin.

    Sekian dulu ya tips gratis dari saya, insya ALLAH akan saya posting artikel tentang cara atau  Tips mencegah penyakit ND atau tetelo pada ayam kampung  menggunakan obat-obat tradisional, tentunya berdasar pengalaman saya...salam dan sukses selalu
    By:Asgindo Farm with Aba Nauval farm

    CARA MUDAH MENGATASI PENYAKIT PADA AYAM KAMPUNG

    Cara kali ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya dalam memelihara ayam sejak tahun 2000-an lalu.  Secara umum sebenarnya mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati.  Oleh karena itu cara termudah supaya ayam-ayam kita tetap sehat dan mencegah penyakit yaitu dengan cara :

    1. menjaga agar pakan yang kita berikan jumlah maupun nilai gizinya terjamin.  Jangan asal-asalan memberi makan, bisa-bisa nanti ayam kita tidak meningkat bobotnya/produksi telur menurun bahkan bisa keracunan.  Pakan diberikan dengan disiplin, maksud saya jangan berubah-ubah waktunya.  Saya biasanya memberikan 2 kali sehari. 
    continue reading...

    Pagi jam 6.30, sore kjam 13-14.00 WIB.   Cara membuat/meramu pakan ayam sendiri bisa dilihat  DISINI.

    2.  Jaga agar kandang mendapat cukup sinar matahari dan ventilasi cukup.  Kita tahu bahwa sinar matahari mampu mensanitasi kandang dari penyakit dan ayam mendapat sinar yang cukup untuk pertumbuhan tulang.  Oleh karena itu usahakan atap kandang sebagian dari genteng kaca.

    3.  Kebersihan kandang dilakukan secara teratur supaya kuman penyakit tidak betah dan ayam tetap bersih.  Kotoran yang menumpuk bisa menjadi sarang penyakit dan jika salah satu ayam terserang penyakit maka akan mudah menular.  Kalau saya secara teratur memberi kulit padi/sekam padi untuk alas kandang sehingga kotoran ayam dengan adanya sekam padi menjadi tetap kering alias tidak lembab/basah, sehingga kandang pun tidak bau.

    4.  memberikan vaksin secara teratur, kalau saya memberikannya pada ayam sejak umur 4 hari, 4 minggu dan 4 bulan untuk pencegahan.  Bisa lewat tetes mata, mulut atau lewat air minum.  Vaksin yang sering saya berikan adalah vaksin ND/tetelo, sebenarnya ada lagi vaksin gumboro dll.  Cara mencegah penyakit tetelo dengan obat tradisional bisa dilihat  DISINI

    5.  berikan obat cacing secara teratur.  Hal ini penting untuk menjaga supaya nafsu makan ayam tetap meningkat.  Kan kalau ayam makannya bernafsu, insya ALLAH akan tahan terhadap berbagai macam penyakit.  Bisa juga dengan memberikan irisan daun pepaya dan rebusannya atau temu ireng.

    6.  jangan sekali-kali mengumbar ayam-ayam kita dengan bebas sehingga "bergaul" dengan ayam-ayam lain tetangga.  Dijamin deh, pasti bakalan "habis" ayam kita karena penyakit ayam tuh cepat sekali menularnya.  Kalau saya ayam-ayam saya gak pernah saya umbar, tetap di kandang terus.  Kalaupun diumbar, ya saya buatkan pagar.

    7.  Jika anda membeli ayam baru dari pasar, pastikan bahwa ayam tsb sehat.  Beri makan yang bergizi dan cukup, kemudian divaksin sebelum dicampur dengan ayam-ayam kita yang lain karena jangan-jangan dari pasar sudah mengandung bibit penyakit, kan gawat bisa-bisa menulari ayam kita.

    Minggu, 07 Oktober 2012

    Forum Anda



    SEBAGAI SUMBER PANGAN

    Sebagai sumber pangan

    Ayam kampung disukai orang karena dagingnya yang kenyal dan "berisi", tidak lembek dan tidak berlemak sebagaimana ayam ras, Berbagai masakan Indonesia banyak yang tetap menggunakan ayam kampung karena dagingnya tahan pengolahan (tidak hancur dalam pengolahan). Selain itu daging ayam kampung memiliki keunggulan dibandingkan daging ayam broiler, karena kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Bagian Daging dada ayam ini termasuk makanan utama atlet binaraga . Dagingnya mengandung 19 jenis protein dan asam amino yang tinggi. Kadar lemaknya juga relatif lebih rendah bila dibandingkan daging pada bagian pahanya, Ayam kampung dipelihara oleh masyarakat terutama sebagai sumber protein hewani baik berupa telur maupun daging, di samping kotorannya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman maupun pakan ikan. Sebagai sumber protein hewani telur dan daging mengadung asam amino esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, agar ayam kampung dapat berproduksi dengan baik salah satunya harus diberikan pakan yang cukup. Ayam kampung memerlukan komposisi nutrisi yang tepat, termasuk jika menginginkan ayam kampung yang memiliki tingkat produksi telur yang tinggi, Berat telur ayam kampung berkisar antara 26,27-55,4 gr dengan rataan 45,46.

    Pemeliharaan

    Ada dua cara memelihara ayam kampung, yaitu dipelihara dengan dilepas bebas atau istilahnya diliarkan dan yang kedua dibudidayakan. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan.

    Diliarkan

    Cara pemeliharaan ini pada umumnya dilakukan oleh masyarakat pedesaan, cara ini disebut sebagai cara tradisional. yaitu dilepas bebas berkeliaran di kebun-kebun sekitar rumah.

    Keunggulan

    Ayam kampung yang dilepas bebas biasanya mempunyai tingkat kekebalan yang tinggi dan menghemat biaya makanan, Umumnya ayam cukup diberi makan pagi hari saat akan dilepas berupa sisa-sisa makanan dan tambahan bekatul secukupnya. Selebihnya ayam dianggap dapat mencari makan sendiri disekitar rumah .

    Kelemahan

    Kelemahannya di antaranya yaitu ayam lambat untuk berkembang lebih banyak, karena tingkat kematian pada anak ayam relatif lebih tinggi. Waktu mengasuh terlalu lama yang berarti mengurangi produktifitas. Kendali akan keberadaan ayam kurang, sehingga kemungkinan dimangsa predator maupun hilang lebih tinggi. Cara pemeliharan ini kurang produktif.

    Dikandangkan

     

    Ayam yang dipelihara dengan cara dikandangkan.
    Semula hewan yang kini dipelihara hidup bebas di alam, di hutan, di pegunungan dan lautan lepas. Jumlah hewan-hewan ini beraneka ragam, dan sifat-sifat kehidupannya pun bermacam-macam. Jumlah yang banyak dan beragam itu tidak seimbang dengan jumlah manusia yang masih sedikit dan hidup di gua-gua terpencil untuk melindungi diri dari serangan binatang buas. Kebutuhan untuk hidup mendorong manusia memanfaatkan tanaman dan binatang yang dapat ditangkap atau dibunuhnya. Dari kegiatan itulah manusia mengalami proses belajar untuk mengenal hewan yang enak dimakan dan mudah ditangkap atau dibunuh. Perbendaharaan manusia akan hewan konsumsi mulai bertambah. Di antara hewan yang digemari, adalah hewan-hewan kecil yang mudah ditangkap atau dibunuh. Proses terus berkembang dan kegemaran akan hewan-hewan konsumsi mulai meningkat pada usaha untuk dengan mudah memperoleh tanpa harus mencari-cari di hutan. Inilah penyebab timbulnya keinginan untuk memelihara hewan dengan cara dikandangkan. Cara pemeliharan ini kurang produktif.
    Kandang adalah tempat tinggal hewan yang dipelihara, salah satunya ayam, tempat berlindung dari terik matahari dan hujan, tempat mendapat pakan dan minum, mendapat jaminan kesehatan dan aman dari gangguan hewan pemangsa lainnya serta orang-orang jahat. Oleh karena itu kandang sangat berperan penting dalam pemeliharaan ayam kampung.

    Keunggulan

    Ayam yang dikandangkan lebih mudah dikontrol keberadaannya, dapat mempercepat populasinya dengan cara setiap ayam yang bertelur diambil dan dikumpulkan untuk ditetaskan secara bersama dalam satu indukan atau mesin penetas. Anak ayam tidak harus mengikuti induknya. Namun dapat dipisah dan ditempatkan dengan pemberian panas cahaya listrik (untuk penghangat) dan makanan yang sesuai.

    Kelemahan

    Apabila kondisi kandang tidak diperhatikan dan tidak sesuai syarat, maka kondisi hewan peliharaan jstru akan memburuk, hal ini disebabkan kondisi yang telah membuat hewan ternak memiliki ketergantungan terhadap pemeliharanya, sehingga memerlukan perhatian yang lebih dibandingkan dengan cara diliarkan. Oleh karena itu kondisi kandang merupakan hal yang sangat penting dalam cara pemeliharaan ini, misalnya pada saat pembuatan kandang harus diperhatikan beberapa faktor, di antaranya yaitu masalah biologis ayam yang akan menempatinya, teknik pembuatan kandang yang berhubungan langsung dengan masalah bentuk dan kualitas bahan, serta masalah iklim, suhu, pergerakan angin dan pengaturan udara yang berhubungan langsung dengan temperatur dan kelembaban kandang serta ventilasi udara.

    Kebiasaan atau sifat ayam kampung yang merugikan

    Beberapa kebiasaan atau sifat yang kampung yang meugikan, di antaranya yaitu :
    1. Kanibalisme
    Kanibalisme pada ayam kampung adalah mematuk bahkan memakan kawan sendiri Kanibalisme pada ayam kampung dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu ayam kekurangan zat makanan, misalnya protein, mineral dan air minum; jumlah ayam dalam satu kandang terlalu padat, sehingga ayam saling berebut tempat yang paling menyenangkan; udara dalam kandang terlalu panas, karena sistem ventilasi kandang kurang baik; ayam kekurangan grit.
    2. Memakan telur
    Peristiwa ayam memakan telur (egg eating) sering dijumpai pada pemeliharaan ayam sistem kandang litter. Untuk menghindari ayam memakan telurnya sendiri, zat-zat mineral (NaCl dan Ca)dan air minum yang dibutuhkan ayam harus dipenuhi.
    3. Rontok Bulu
    Rontok bulu merupakan peristiwa alami yang wajar bagi ayam. Tetapi bila hal ini terjadi terlalu cepat, jelas akan merugikan peternak ayam.
    By:Asgindo farm with Aba Nauval Farm

    LATAR BELAKANG AYAM KAMPUNG

    Latar belakang

    Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing.
    Istilah "Ayam kampung" semula adalah kebalikan dari istilah "ayam ras", dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di sekitar perumahan. Namun demikian, semenjak dilakukan program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras unggul ayam kampung. Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras (singkatan dari "ayam bukan ras") bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya (tidak sekadar diumbar dan dibiarkan mencari makan sendiri). Peternakan ayam buras mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung ekonomi masyarakat pedesaan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan pemeliharaannya relatif lebih mudah.

    Sejarah Perkembangan

    Sejarah ayam kampung dimulai dari generasi pertama ayam kampung yaitu dari keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus). Jenis ayam kampung sudah dikenal sejak zaman Kerajaan utaKi. Pada saat itu, ayam kampung merupakan salah satu jenis persembahan untuk kerajaan sebagai upeti dari masyarakat setempat. Keharusan menyerahkan upeti menyebabkan ayam kampung selalu diternakan oleh warga kampung dan menyebabkan ayam kampung tetap terjaga kelestariannya. Di samping itu, ayam kampung memang sesuai dengan selera masyarakat setempat. Kebiasaan beternak ayam kampung tersebutlah yang menyebabkan ayam ini mudah dijumpai di tanah air. Sampai sekarang sistem upeti dalam arti perpindahan barang (ayam kampung) dari desa ke kota masih tetap ada. Bedanya, saat ini perpindahan tersebut lebih bersifat bisnis....!

    PEMILIHAN BIBIT UNGGUL

    Dalam pengembangannya, ditemukan berbagai hambatan untuk meningkatkan produktivitas ayam kampung yang relatif rendah, Hal ini terkait dengan sistem pemeliharaan yang masih tradisional, pakan yang diberikan masih seadanya, dan belum terlaksananya sistem pengendalian penyakit dengan baik,Hambatan-hambatan ini menjadi kendala dalam pengembangan ternak ayam kampung di pedesaan, Dalam pembudidayaan ayam kampung, permasalahan yang sering ditemui adalah penyediaan bibit ayam kampung unggul, Dalam pencarian calon bibit unggul, selain didasarkan dari tampilan luarnya, juga seleksi ayam kampung yang berbasis konsep pemuliaan ternak, sehingga diperoleh bibit unggul, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas ternak

    Ciri-ciri bibit unggul ayam, yaitu:
    1. Bagian tubuh tak ada yang rusak atau cacat, misalnya kaki utuh dan leher lurus.
    2. Otot gempal dan kuat, terutama di bagian paha dan dada. Tulangnya juga kuat.
    3. Susunan bulu teratur, saling menghimpit dan tampak mengkilat. Kondisi bulu yang baik mencerminkan kondisi kulit yang baik pula.
    4. Mata cerah dan pandangannya tampak tajam.
    5. Gerakannya gesit yaitu mudah berontak bila dipegang.
    6. Ukuran badannya sedang, tidak kurus dan tidak gemuk.
    7. Induk jantan mempunyai jengger yang berwarna merah cerah, kepala tampak kokoh, paruh pendek, tajam dan kuat.
    8. Jarak ujung tulang dada dengan dubur berjarak minimal tiga jari tangan.